Waspadalah Dengan Investasi Bodong - Info Serba Ada

Breaking

Rabu, 12 Juli 2017

Waspadalah Dengan Investasi Bodong

Investasi Bodong

Sering kali kita melihat penawaran investasi online yang menjanjikan keuntungan besar setiap bulannya. padahal kita tidak mengetahui bahwa dalam dunia online itu begitu banyak sekali para pelaku investasi bodong yang sudah membawa kabur uang para investornya. Bahkan tidak tanggung-tanggung mereka bisa menipu para investor hingga ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah.

Skema ponzi atau investasi bodong ini sering dikaitkan dengan bisnis online, seperti multi level marketing (MLM), sistem piramida (skema piramida), sistem binary, money game, arisan berantai, member get member (MGM), MMM dan sejenisnya. Apa itu skema ponzi, berikut ini adalah penjelasan tentang skema ponzi

Skema Ponzi

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan

Banyak bisnis di sekitar kita menganut sistem Ponzi. Seperti contoh produk-produk yang dijual melalui sistem MLM atau network marketing. Sah atau tidaknya sistem ini saya kembalikan kepada pembaca. Saya tak mau mengambil kesimpulan dari sistem ini. tetapi perlu diingat bahwa suatu bisnis yang hanya mengandalkan sistem saja dan produknya nol atau tidak berkualitas serta produk tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan maka bisnis atau jasa yang menganut sistem ponzi ini tidak akan bisa bertahan lama.

Berikut ini adalah sebuah ilustrasi bagaimana skema Ponzi bekerja:

Contoh Pertama

Anda mengaku sebagai seorang pengusaha peternakan ayam. Anda membuat perhitungan bisnis peternakan ayam dan menemukan bahwa untuk setiap juta rupiah yang diinvestasikan, Anda bisa mendapatkan keuntungan 400% dalam setahun. Setelah itu, Anda mulai mengundang orang-orang untuk mendengarkan presentasi Anda dan menawarkan kepada mereka bunga 25% setiap 3 bulan atas dana investasi mereka.

Ketika orang mulai menginvestasikan uang mereka, Anda secara aktif masih terus mencari investor baru. Saat masa 3 bulan sampai, Anda menggunakan uang investor sendiri untuk membayar mereka. Proses ini dilanjutkan selama yang Anda bisa sampai Anda tidak sanggup membayar para investor lagi.

Dari contoh di atas, perancang program tidak memiliki niat untuk mengembangkan peternakan ayam sejak awal. Namun skema Ponzi tidak selalu seperti itu. Kadang-kadang, perancang program bisa jadi benar-benar melaksanakan rencana bisnis yang dia buat. Namun, di tengah jalan, bisnisnya gagal dan dia menemukan bahwa keuntungan dengan mengembangkan skema Ponzi ternyata lebih menguntungkan dibanding dengan rencana bisnis awalnya. Akhirnya, dia berpindah haluan dan fokus pada pencarian investor baru dan mengabaikan rencana bisnis awalnya.

Pyramid Game

Perbedaan utama antara skema Ponzi dengan permainan piramida adalah usaha para partisipan/investor. Pada skema Ponzi, para investor adalah bersikap pasif, mereka tinggal menunggu masa jatuh tempo dan mengambil uang mereka. Sedangkan pada permainan piramida, para partisipan harus secara aktif mencari partisipan baru. Para peserta memang sejak awal menyadari apa yang mereka lakukan, mereka memang sadar bahwa keselamatan modal dan keuntungan yang mereka terima adalah tergantung hasil perekrutan mereka.

Pada permainan piramida, para peserta mula-mula harus membayar biaya tertentu untuk bisa bergabung dengan sistem bisnis itu untuk mencari rekrutan baru dan mendapatkan komisi/bonus dari perusahaan.

Contoh Kedua

Sebuah perusahaan, sebut saja PT. X menawarkan peluang “bisnis” seperti berikut: 

Anda disuruh membayar Rp75.000 untuk bergabung dengan mereka. Rp25.000 adalah joining fee, sisa Rp50.000 dibayar kepada lima orang yang merupakan upline Anda, dan masing-masing upline mendapatkan Rp10.000. Setelah membayar uang itu, Anda berhak menjadi anggota perusahaan mereka dan mulai mencari partisipan baru. Para partisipan baru juga akan menyetor Rp75.000 dan Anda sebagai perekrut, upline dari mereka, akan mendapatkan Rp10.000.

Setiap orang boleh merekrut maksimal 5 orang dalam satu level. Karena total ada 5 upline yang akan mendapatkan bayaran, berarti total pembayaran adalah sebesar 5 level. Total pembayaran yang bisa Anda terima secara matematis adalah sebagai berikut:

  • Level 1 : 5 partisipan : bonus Rp 50.000,-
  • Level 2 : 25 partisipan : bonus Rp 250.000,-
  • Level 3 : 125 partisipan : bonus Rp 1.250.000,-
  • Level 4 : 625 partisipan : bonus Rp 6.250.000,-
  • Level 5 : 3125 partisipan : bonus Rp 31.250.000,-

Total bonus komulatif matematis adalah:
Rp 39.050.000,-

Tampaknya ini adalah sebuah bisnis yang “masuk akal” dan yang pasti, sangat bonafit, bagi kebanyakan orang. Bayangkan saja, dengan modal Rp75.000, seseorang bisa mendapatkan manfaat maksimal sebesar 39 juta, artinya lebih dari 52.000%. Bisnis atau tabungan deposito jangka pendek mana yang bisa menandingi angka ini?

Sesungguhnya, perusahaan seperti ini beberapa di antaranya menyebut mereka sebagai PT. X, artinya di Indonesia mereka adalah badan hukum yang legal. Saya tidak tahu apakah PT. yang melekat pada nama perusahaan seperti itu adalah jujur atau tidak, yang jelas saya memang pernah melihat brosur iklan dari PT-PT seperti itu.

Pada mayoritas permainan piramida, biaya untuk bergabung biasanya masih terjangkau kebanyakan orang. Para partisipan sejak awal memang sudah menyadari bahwa mereka sedang melakukan usaha piramida. Mereka tidak takut rugi, karena bagi mereka kegiatan itu hanyalah sebuah taruhan judi biasa, kalaupun rugi, kerugiannya masih bisa diterima dan tidak memberatkan.

Semua permainan piramida pada akhirnya akan berkembang seperti skema Ponzi untuk bisa bertahan lebih lama. Mereka harus mengekspansikan wilayah “bisnis” mereka ke wilayah geografis lain untuk melanjutkan sumber dana untuk membayar para partisipan sebelumnya.

Karena keterbatasan jumlah populasi dan reputasi piramida yang buruk, permainan atau “bisnis” piramida biasanya tidak bisa berkembang terlalu besar dan berjalan dalam waktu yang lama. Biasanya dalam beberapa bulan, masa ekspansi mereka sudah akan berakhir. Para partisipan yang bergabung belakangan akan kehilangan uang mereka. Jumlah mereka adalah mayoritas, cukup sering adalah lebih dari 90% karena sistem bagi hasil piramida memang mengharuskan demikian.

Modus investasi yang menjamin keuntungan besar tanpa kegiatan yang jelas seperti itu sebenarnya adalah MONEY GAME. Jadi uang yang disetor member baru digunakan untuk membayar bonus bagi member lama. Demikian seterusnya. Sudah banyak modus penipuan investasi seperti ini. Kalau dulu dibalut dengan iming-iming arisan motor, agrobisnis, dan lain sebagainya, sekarang kedoknya adalah investasi dan trading forex.

Sebenarnya, jika kita jeli dan mau teliti ciri-ciri penipuan berkedok investasi bisa kita deteksi dengan mudah seperti berikut:

Menjanjikan keuntungan tinggi yang tidak masuk akal. Memang keuntungan besar inilah yang ditawarkan untuk menggaet korbannya. Apalagi banyak orang kan memang suka yang instan. Ingin cepat kaya tanpa berusaha. Modusnya adalah dengan menjamin sejumlah keuntungan yang besar secara tetap. Dari dulu sampai sekarang modus penipuan bisnis investasi hanya satu yang utama, yaitu menawarkan bunga tinggi kepada nasabah. 

Lantas kenapa masih banyak orang yang masih tertarik? Itu karena nasabah gelap mata. Umumnya, pembayaran bunga lancar hanya pada tahun pertama. Itu hanya trik untuk menumbuhkan kepercayaan nasabah dan tentu saja diharapkan bisa memperpanjang daftar nasabah melalui kabar dari mulut ke mulut yang terbukti sangat efektif.

Fokusnya adalah mencari anggota, bukan memproduksi sesuatu atau aktivitas lainnya yang menghasilkan. Umumnya penipun berkedok money game mengharuskan korbannya untuk mencari korban lain atau member get member. Sekarang ini pun ada juga modus yang tidak menekankan sistem member get member, tapi pada prinsipnya tetap membutuhkan member banyak agar skema prnipuannya berhasil. Karena itu ada yang mengganti sistem member get member dengan menggunakan tim marketing sendiri.

Menggunakan testimonial anggota yang "berhasil". Biasanya mereka adalah member lama yang sudah merasakan "manfaat" money game tersebut. Bahkan para member lama ini biasanya militan, mendukung mati-matian, karena memang yang paling duluan masuk di sistem money game yang paling diuntungkan. Merekalah yang rajin mencari member baru untuk diajak.

Awalnya memang modus penipuan investasi seperti ini masih sanggup untuk membayar profit kepada membernya. Tapi semakin banyak orang bergabung, komisi dan profit yang harus dibayarkan semakin besar, yang akhirnya akan menjadi beban pengelola dan ujung-ujungnya menyebabkan pengelola kabur saat komisi tidak terbayar. Jadi berhati-hati bila Anda menemukan modus penipuan seperti ini