Bahaya Narkoba - Info Serba Ada

Semua informasi mengenai lowongan kerja, bisnis online, peluang usaha, kesehatan, pariwisata, kuliner, otomotif, tutorial, nonton film online dan juga info lainnya

Breaking

Jumat, 21 Juli 2017

Bahaya Narkoba

Bahaya Narkoba

Bagi para pecandu, bahaya narkoba tidak hanya merugikan masalah fisik saja tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang ingin dioperasi, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. 

Bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial bahkan dapat menyebabkan kematian.

1. Bahaya narkoba terhadap fisik

  • Gangguan pada sistem syaraf (neurologis)
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler)
  • Gangguan pada kulit (dermatologis)
  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner)
  • Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  • Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
  • Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis ini bisa menyebabkan kematian.

2. Bahaya narkoba terhadap psikologi

  • Kerja lamban dan ceroboh, sering tegang dan gelisah
  • Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  • Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

3. Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial

  • Gangguan mental
  • Anti-sosial dan asusila
  • Dikucilkan oleh lingkungan
  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  • Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) mengatakan, produksi narkoba saat ini terbesar ada di negara China. Narkoba yang diproduksi di negara Tirai Bambu tersebut dilakukan secara legal dan salah satunya adalah sabu-sabu.

Menurut Buwas, Narkoba seperti sabu-sabu yang di produksi di Cina di produksi masyarakat secara home industry. Negara dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia tersebut memberikan izin kepada rakyatnya untuk memproduksi sabu sebanyak-banyaknya.

“Untuk menangkal masuknya narkoba saya bersama tim langsung pergi China. China adalah negara yang melegalkan kepada masyarakatnya untuk memproduksi sendiri narkoba seperti sabu-sabu,” ujarnya di Batam, Jumat (6/1/2017).

Menurut Buwas, berdasarkan pertemuannya dengan pemerintah China, narkoba seperti sabu diizinkan untuk di produksi masyarakatnya guna meningkatkan kesejahteraan dari keterpurukan ekonomi. “Selain meningkatkan perekonomian masyarakatnya, Alasan China yang selanjutnya adalah sabu-sabu yang diproduksi untuk kesehatan, pengobatan dan penelitian. Jika ada yang menggunakan namanya penyalahgunaan,” katanya menirukan.

Ia juga menambahkan pengakuan dari pemerintah China. “Pak Buwas, jika ada pabrik memproduksi pisau silet, lantas silet terbit bukan digunakan untuk mencukur tetapi digunakan untuk pembunuhan lantas apakah pabrik tersebut yang disalahkan,” tutur Buwas mengaku tidak dapat berkomentar atas pernyataan tersebut. “Kena sekak mati saya. Tidak dapat bicara lagi,” ujarnya.

Buwas pergi langsung ke China dengan tujuan memberikan informasi kepada negara yang memiliki sekitar 1,37 milliar jiwa (menurut CIA World Factbook Tahun 2016) dengan maksud agar negara tersebut dapat menghentikan dan menindak pengiriman narkoba masuk ke Indonesia.

Namun dengan pernyataan dari negara China, Buwas mengaku tidak dapat berbuat banyak. Namun ia tidak hilang akal. Berdasarkan hubungan bilateral antara kedua negara, Buwas menjalin kerjasama dengan intelijen atau aparat China dalam segi informasi.

“Jadi, narkoba yang berhasil dicegah dalam jumlah cukup banyak dari China, informasinya dari negara tersebut. Setelah menerima informasi itu kita langsung melakukan pencegahan,” paparnya yang dihadiri kalangan siswa-siswi SMA dan SMK, mahasiswa dan akademisi di Batam.

China, tambah Buwas, tidak hanya memberikan izin kepada masyarakatnya untuk memproduksi narkoba seperti sabu-sabu di rumah. Produksi bahan peledak dan senjata api juga dilegalkan. “Tapi di China tetap tidak boleh berbuat kejahatan di negaranya,” ujar Buwas.

Lebih lanjut disampaikan mantan Kabareskrim Polri ini, bahwa masuknya narkoba ke Indonesia tidak terlepas dari peran oknum – oknum yang membekingi. Untuk itu ia mengaku memiliki terobosan besar di Batam untuk membongkar peredaran narkoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar