Budidaya Lobster Air Tawar - Info Serba Ada

Breaking

Jumat, 26 Mei 2017

Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya Lobster Air Tawar
Lobster merupakan salah satu makanan terlezat di dunia. Meskipun lobster bisa dihargai sampai dengan ratusan ribu rupiah, namun rupanya tidak menurunkan minat konsumen untuk membelinya. Pada kenyataannya pasokan lobster ternyata masih kurang bila dibandingkan dengan tingkat permintaan pasar terutama dari para pengusaha restoran seafood. 

Oleh karena itu, budidaya lobster bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan bagi anda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Budidaya lobster bisa dilakukan dengan air tawar di sekitar halaman rumah.

Untuk cara budidayanya cukup mudah dan dapat dengan beragam media yang bisa dijadikan tempat kembang biak, seperti menggunakan media kolam terpal, akuarium bahkan dapat juga menggunakan lahan sempit sekalipun yang ada di rumah kita.

Lobster Air Tawar biasanya bisa bertahan hidup pada parameter air cukup lebar. LAT juga toleran pada jumlah oksigen terlarut yang rendah. Namun, untuk bisa tumbuh dengan baik dalam kondisi seperti ini tentunya cukup sulit. Agar bisa tumbuh dengan baik, LAT membutuhkan kandungan oksigen terlarut diatas 4 ppm. Selain itu, Lobster Air Tawar   cukup toleran pada suhu yang sangat dingin sampai suhu panas diatas 35 °C sekalipun. Namun sebagai saran, sebaiknya LAT dipelihara dalam suhu sekitar 25-29 °C. 

Media Hidup Lobster Air Tawar 

Media Hidup Lobster Air Tawar

Media yang bisa digunakan untuk pembudidayaan Lobster Air Tawar  sangat bervariasi. Umumnya diternakkan di kolam tanah. Dalam budidaya ini, peternak lobster hanya meletakkan induk dalam kolam tersebut ketika kolam dikeringkan. Lobster yang ukurannya sudah mencapai ukuran besar kemudian dijual sedangkan sisanya dikembalikan lagi ke dalam kolam tanah. Sedangkan pada proses budidaya ini, peternak mulai memberikan pakan pada lobster dengan bermacam-macam sayuran termasuk diantaranya pakan komersil. Hasil yang diperoleh menggunakan budidaya ini mampu memberikan hasil lebih baik.  Selain kolam tanah, media lain untuk budidaya lobster biasanya berupa kolam semen, kolam terpal dan lainnya. 

Proses Pembenihan Lobster Air Tawar 

1. Membedakan Jantan Dan Betina

Lobster jantan dan betina

Sebelum melakukan pembenihan lobster, anda harus dapat mengetahui terlebih dulu perbedaan antara lobster jantan dan betina. Cara membedakan kelamin yang paling mudah adalah dengan menggunakan teknis visual dari atas. 

Lobster jantan dapat di lihat jika pada capit sebelah luarnya terdapat bercak berwarna merah. Namun, tanda merah itu baru muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster berukuran 3 inc (7 cm). Tanda merah ini juga merupakan tanda lobster jantan telah siap kawin. 

Sedangkan pada lobster betina di bagian yang sama tidak tampak tonjolan. Ciri lobster betina adalah terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin lobster betina dan tempat mengeluarkan telurnya.

2. Pemilihan Induk Lobster Air Tawar 

Induk Lobster Air Tawar

Pilih induk yang berukuran di atas 4 inci (10 cm) atau berumur di atas 5-6 bulan karena lobster seperti ini akan memiliki jumlah anak yang cukup banyak.

Tips Memilih Calon Induk Lobster

  1. Pilih induk yang pertumbuhannya paling cepat di antara lobster-lobster yang lain
  2. Beli induk di tempat penjual induk lobster yang telah bersertifikat
  3. Perhatikan kelaminnya, jangan pilih lobster yang tidak jelas. Pasalnya ada juga induk lobster yang mempunyai kelamin betina, tetapi juga memiliki kelamin jantan (sering di sebut dengan lobster banci). Lobster tersebut kemungkinan besar tidak bisa bertelur
  4. Pilih lobster yang badannya gemuk. Hindari memilih induk yang kepalanya besar tetapi tubuh dan ekornya kecil. 
  5. Kawinkan lobster minimum ketika berumur 4 inci atau kira-kira berumur 5-6bulan. Semakin kecil (muda) lobster di kawinkan, pertumbuhan anakannya akan selalu lambat. Misalnya, jika mengawinkan lobster ukuran 3 inci (7,5cm) dan 4 inci (10 cm) akan jauh lebih cepat daripada yang 3 inci. Namun, bukan berarti ukuran tubuh anakan lobster 3 inci tidak bisa melebihi tubuh induknya. Lobster tersebut tetap bisa tumbuh melebihi induknya tetapi  prosesnya lebih lambat. Lobster ukuran 3 inci memiliki jumlah telur 15 maksimum 50 butir, sedangkan lobster berukuran 4 inci bisa menghasilkan telur 200 butir.
  6. Calon induk lobster berkualitas bisa didapat dengan cara memisahkan lobster jantan dan betina ketika mereka berukuran 2 inci (5 cm). Paling bagus baru di kawinkan setelah masing-masing mencapai ukuran minimum 4 inci (10 cm).
  7. Perlu juga diketahui asal usul lobster atau keluarganya pilih jenis lobster yang murni dari spesies tertentu agar pertumbuhan anakan lobster lebih baik


3. Cara Mengawinkan Lobster

Gabungkan induk jantan dan betina lobster menjadi satu dalam suatu media akuarium yang berukuran 1x 0,5 meter tinggi 25 cm bisa di masukan sekitar 5 lobster betina dan 3 lobster jantan. Satu jantan prinsipnya mampu membuahi 30 betina tetapi dalam perkawinan di akuarium digunakan 3 lobster jantan karena dalam perkawinan tersebut lobster betina lebih dominan dalam memilih pasangan yang cocok sehingga jika hanya ada 1 ekor lobster jantan di dalam akuarium, kemungkinan ke 5 lobster betina untuk kawin dan bertelur semua menjadi lebih kecil.

Kebiasaan lobster dalam melakukan perkawinan saling mencari kecocokan. Ketika mengawinkan lobster, ukuran tubuh lobster jantan dan betina tidak harus sama karena di habitat aslinya, lobster jantan memang memiliki tubuh lebih besar daripada lobster betina.

Jika media perkawinan menggunakan akuarium ukuran 1x 0,5 x 0,5 meter, letakan minimum 8 buah pipa paralon berdiameter 2 inci dan panjang 15-20 cm, tergantung pada ukuran induk. Induk berukuran 4 inci, panjang paralon yang di gunakan 15 cm dan indukan dengan ukuran 5-6 inci panjang paralonnya 20 cm. Dua minggu setelah lobster jantan dan betina di gabungkan biasanya sudah ada induk yang bertelur.

Lobster dalam masa perkawinan akan saling berhadap-hadapan membentuk formasi huruf Y. Lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakannya di dekat pangkal ke dua kaki lobster betina. Sperma tersebut berwarna putih, menggumpal, agak keras, dan larut ke air. Setelah di buahi, lobster betina akan menyingkir dari lobster jantan sampai perlahan-lahan mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ketiga melewati sperma lalu turun ke ekor atau abdomennya. Telur di kumpulkan didalam abdomennya sambil ekornya menutup rapat selama seminggu pertama.

4. Pemindahan Induk Dan Penetasan Telur

Setelah minggu ke-2 atau ke-3 telur baru dapat menempel dengan baik di kaki renangnya, dan si betina akan berjalan keliling dengan ekor terbuka sehingga telurnya dapat terlihat. Dalam keadaan seperti ini induk dapat dipindahkan dari akuarium perkawinan ke kolam penetasan yang berukuran 1x 2 meter atau ke kolam penetasan massal dengan menggunakan kurungan keranjang. Resiko meletakan induk ke dalam akuarium adalah harus memindah-mindahkan lagi, karena setelah satu bulan harus di pisah-pisahkan lagi ke dalam akuarium

Proses Pematangan Telur

  1. Minggu kedua bentuk telur masih bulat
  2. Minggu ketiga mulai terlihat dua bintik hitam pada telur. Bintik hitam tersebut merupakan embrio
  3. Minggu keempat, capit, sungut, dan kakinya mulai tumbuh. Pada fase ini, lobster masih belum bisa mandiri. Jika fase ini telur rontok dari induknya kemungkinan besar embrio tersebut akan mati. Ketika menempel di kaki renang induknya, ibunya akan dengan telaten merawat embrio tersebut dengan cara menggoyang-goyangkan kaki renangnya untuk memberikan oksigen pada anak-anaknya, sering kali si induk akan merapikan telurnya menggunakan kaki jalannya.
  4. Minggu kelima hampir seluruh kuning telur sudah habis. Ketika, embrio mulai lepas satu persatu dari induknya untuk mencari makanan sendiri.


Meskipun sudah lepas, embrio bisa saja menempel ke kaki renang induknya sehingga ketika anakan sudah lepas sekitar 70%, sisanya sebanyak 30% yang masih menempel sebaiknya dirontokan saja karena di khawatirkan naluri keibuannya sudah hilang akibat terlalu lama menggendong telur.

Setelah bersih, si induk betina dipindahkan ke akuarium lain untuk istirahat selama dua minggu sampai berganti kulit. Tujuannya, jika berganti kulit, ukuran lobster menjadi semakin besar, sehingga semakin banyak juga jumlah anakan yang dihasilkan pada penetasan berikutnya karena semakin besar tubuh lobster betina, kapasitas penyimpanan telurnya akan bertambah besar. Semakin bertambah usia dan ukuran lobster, jumlah telurnya terus bertambah, tetapi frekuensi bertelurnya menjadi lebih jarang. 

Ketika sedang dalam masa istirahat panjang (1 bulan), ada kemungkinan induk sudah matang. Induk seperti ini dapat mengeluarkan telur sendiri tanpa dibuahi. Namun, telur yang dihasilkan adalah telur kosong sehingga ketika induk menggendong telur selama 1-2 minggu dan merasakan bahwa telur yang digendongnya tidak ada pertumbuhan maka telur tersebut akan dimakannya.

Apabila air ditempat perkawinan dan air ditempat penetasan memiliki perbedaan suhu dan pH, letakan terlebih dulu lobster yang sedang bertelur tersebut 17 kedalam baskom yang diisi dari akuarium perkawinan baru kemudian dipindahkan kekolam penetasan dengan dipercik-percikan air kolam supaya suhu dan pH air di baskom stabil.

5. Pemeliharaan Benih

Setelah menetas, anakan lobster belum cocok diberi makanan dari jenis sayuran dan umbi-umbian sebaiknya mereka diberi cacing sutera atau cacing beku sehingga bisa memacu pertumbuhan denga baik. Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 3% dari berat badannya. Pada pagi hari pakan yang diberikan sebanyak 2% dan sore hari 75%.

6. Kematian Benih Lobster

Kematian benih biasa dipicu oleh kegagalan dalam pergantian kulit yang pertama kali. Meskipun demikian, perlu diperhatikan adanya bahaya pencemaran racun yang bisa muncul, misalnya racun bekas semprotan fogging. Maka dari itu sebelum penyemprotan sebaiknya semua media ditutup dengan plastik, apabila perlu matikan aeratornya.

7. Panen Benih

Dalam pemanenan benih berukuran 1-2 cm alat yang digunakan adalah ember plastik scoopnet berukuran 20 x 10 cm. Sementara itu saat yang baik untuk pemanenan adalah sebelum jam 9 pagi berada dilingkungan terbuka, kualitas dan parameter air yang digunakan harus sama dengan air dalam akuarium agar benih tidak menjadi stress. Sebaiknya air yang digunakan berupa air baru, bukan dari
akuarium karena biasanya telah kotor. Perlu diketahui, tingkat sensitifitas benih berukuran 20 hari terhadap perubahan lingkungan drastis lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran lebih besar.

Berikut ini adalah perkiraan harga lobster air tawar

 Lobster Air Tawar
Harga (Rp)
Induk impor Australia (5 betina, 3 jantan)
350.000 per set (ukuran 10 cm, umur 4 bulan)
500.000 per set (ukuran 11,5 cm, umur 5 bulan)
750.000 per set (ukuran 12,5 cm, umur 6 bulan)
Anakan (ukuran 5 cm, umur 2 bulan)
2.500 per ekor (pembelian 100 ekor ke atas)
3.000 per ekor (pembelian di bawah 100 ekor)
5.000 per ekor (pembelian di bawah 30 ekor)
Lobster Air Tawar Siap Makan
100.000 per porsi (isi 5-6 ekor)

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya lobster air tawar. Semoga menjadi pengetahuan baru dan bisa menjadikan sebuah peluang usaha baru yang menjanjikan keuntungan.