Menelusuri Keindahan Pulau Biawak - Info Serba Ada

Breaking

Minggu, 06 November 2016

Menelusuri Keindahan Pulau Biawak


Siapa yang tidak kenal dengan Pulau Komodo di Nusa tenggara Timur? Pulau cantik yang menjadi habitat komodo ini memang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara dan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban alam warisan dunia. Namun, pernahkah anda mendengar nama Pulau Biawak di Indramayu, Jawa Barat? Barangkali pulau ini tidak setenar "koleganya" dari Nusa Tenggara Timur, namun soal keindahan, Pulau Biawak sangat layak dan potensial untuk dijadikan salah satu destinasi wisata andalan Jawa Barat.

Pulau Biawak merupakan salah satu dari gugusan pulau yang membentuk kepulauan Biawak. Pulau lainnya adalah Pulau Candikian dan Pulau Gosong. Kepulauan ini terletak sekitar 40 kilometer dari daratan utama Pulau Jawa dan secara administratif masuk ke dalam bagian Desa Pabean Ilir, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Nama Pulau Biawak disematkan karena di pulau ini memang terdapat banyak biawak. Reptil ini memang spesies yang dikenal banyak terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Berbeda dengan "sepupunya", Varanus komodoensis yang menghuni Pulau Komodo dan memiliki ukuran lebih besar. Selain bernama Pulau Biawak, pulau ini pun memiliki nama lain, yaitu Pulau Rakit, Pulau Menyawak, dan Pulau Bompys.


Perjalanan yang sangat panjang, Tapi akan terbayar lunas dengan keindahan Pulau Biawak. Sesampainya di sana, wisatawan akan bertemu dengan dermaga yang jadi satu-satunya gerbang masuk menuju Pulau Biawak ini. Anda pun akan bertemu dengan penghuni tetap dari pulau yang satu ini, yaitu Biawak yang bernama latin Varanus salvator.

Banyak orang bilang, pulau ini masih perawan sehingga banyak yang mau menjelajahi eksotisme pulau ini. Tidak kurang dari ratusan orang antri untuk bisa menyebrangi semenanjung Indramayu agar bisa ke Pulau Biawak. Tidak hanya itu ratusan orang terpaksa masuk waiting list hingga beberapa bulan mendatang. Hal ini bukan karena tidak boleh menyeberang, melainkan masih kurangnya alat penyeberangan, seperti speedboat maupun kapal penyeberangan yang bisa operasional setiap hari.

Pemerintah Kabupaten Indramayu pun hanya memiliki dua kapal penyebrangan bantuan dari Pemprov Jawa Barat berkapasitas 30 orang dan 10 orang. Kedua kapal ini hanya dioperasikan setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tarif sewa Rp 290 ribu/orang. Namun Anda bisa menyewa perahu motor nelayan seharga Rp 2juta/10 orang.

Dengan kapal milik Pemkab Indramayu, Anda bisa menyeberang ke Pulau Biawak dengan waktu tempuh sekitar 1 - 1,5 jam, sedangkan dengan perahu motor sekitar 4 jam. Bedanya perahu motor bisa disewa kapan saja atau tiap hari.


Menginjakkan kaki di Pulau Biawak, Anda dipastikan merasakan takjub. Apalagi di sana ada mercusuar buatan Belanda tahun 1872 yang hingga kini masih berdiri tegak setinggi 65 meter atau 16 lantai. Udara bersih dengan semilir angin laut membuat rasa capek dan lelah selama perjalanan laut seketika akan sirna begitu kaki menginjakan pulau Biawak. Tidak hanya itu, Hamparan pasir putih yang ada di sepanjang pantai di Pulau Biawak ini sangat sayang untuk dilewatkan bagi wisatawan yang berkunjung, Beningnya air laut diperairan pulau tersebut. Gugusan terumbu karang yang masih utuh menambah cantik perairan pulau Biawak. Ditambah dengan berseliwerannya ikan hias aneka warna mengundang Anda untuk terjun dan menulusuri tiap jengkal terumbu karang di sana.

Keindahan Pulau Biawak semakin kentara apabila anda berkesempatan berkeliling pulau dengan luas 120 hektar ini. Pulau kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian, serta aneka tumbuhan lainnya. Biawak di pulau ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 cm - 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.


Adapun waktu yang paling cocok untuk menikmati segala sauasana yang ada di pulau ini yaitu ketika sore hari hingga matahari terbenam. Wisatawan bisa bermalam dengan menggunakan barak yang tersedia di komplek mercesuar atau mendirikan tenda. Jika anda ingin berwisata ke pulau ini disarankan untuk datang di bulan Oktober, dimana arus dan ombak relatif lebih tenang.