Membuat Briket Dari Limbah Organik - Info Serba Ada

Breaking

Rabu, 23 November 2016

Membuat Briket Dari Limbah Organik

Membuat Briket Dari Limbah Organik

Briket adalah sebuah gumpalan yang terbuat dari bahan lunak yang dikeraskan. Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Karena, Selain dari proses pembuatannya yang mudah, Ketersediaan bahan bakunya juga mudah didapat. Beranjak dari kondisi tersebut, Peneliti berupaya membuat arang briket dengan kombinasi bahan dari limbah organik. Untuk mengetahui kualitas yang baik pada arang briket yang dihasilkan dapat dilihatdari hasil pengujian kimia meliputi kadar air, kadar abu dan kadar zat menguap. Sedangkan pengujian fisik dengan pengujian indrawi terhadap tekstur, warna dan lama pembakaran

Pada dasarnya briket bioarang adalah salah satu inovasi energi alternatif sebagai pengganti arang konvensional yang berasal dari kayu. Bahan dasarnya dapat di ambil dari limbah organik. Keuntungan yang diperoleh dari briket bioarang ini antara lain adalah :

  • Dapat menghasilkan panas pembakaran yang tinggi
  • Asap yang dihasilkan lebih sedikit daripada arang konvensional, sehingga meminimalisir pencemaran udara
  • Bentuknya lebih seragam dan menarik, Karena dicetak dengan menggunakan alat cetak sederhana
  • Pembuatan bahan baku tidak menimbulkan masalah dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan
  • Pada kondisi tertentu dapat menggantikan fungsi minyak tanah dan kayu bakar sebagai sumber energi bahan bakar untuk keperluan rumah tangga
  • Lebih murah bila dibandingkan dengan minyak tanah atau arang kayu
  • Masa bakar jauh lebih lama daripada arang biasa

Selama ini pemanfaatan limbah organik oleh masyarakat masih cukup terbatas. Padahal dari limbah organik tersebut bisa kita hasilkan sebuah bahan bakar alternatif untuk keperluan sehari-hari atau keperluan industri yang tentunya juga memiliki daya jual yang cukup menguntungkan. Berikut ini beberapa limbah organik yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan briket :

1. Tempurung Kelapa

Tempurung kelapa merupakan bahan bakar kalori tinggi dan sumber bahan bakunya sangat berlimpah di Indonesia. Kalori yang dihasilkan sekitar 6000-7000 kal, Terkadang kalori yang dihasilkan bisa lebih dari 7000 kalori tergantung dari bahan baku yang baik ataupun tidak. Briket arang tempurung kelapa sendiri lebih memiliki nilai jual yang tinggi karena pasar mancanegara telah terbentuk. Artinya, briket arang tempurung kelapa sendiri telah memiliki peminat yang tersebar di seluruh penjuru dunia mulai dari negara Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika. Produk briket arang tempurung kelapa ini sudah terkenal memiliki predikat go green material, tidak beracun, dan fungsinya yang relatif lebar.

Fungsi briket arang tempurung kelapa sendiri sebagai bahan bakar untuk proses BBQ, Kemudian menjadi bahan bakar untuk pembakaran tungku / boiler dan juga sebagai pemanas udara untuk musim dingin. Selain itu, di Timur Tengah, briket arang tempurung kelapa terkenal sebagai bahan bakar untuk sisha. Karena peminat dan standar kualitas yang cenderung tinggi, harga briket arang tempurung kelapa cenderung tinggi di pasaran.

2. Serbuk Kayu

Kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam upaya pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu, Dimana serbuk gergaji merupakan bahan yang masih mengikat energi, Oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang.

Manfaat briket arang dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji. Dengan memanfaatkan serbuk gergaji Sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini Serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.

3. Sampah Organik

Jangan buang atau bakar daun yang berjatuhan! Sampah organik itu ternyata bisa diolah menjadi briket atau bahan bakar padat untuk memasak. dengan demikian anda tidak perlu mengeluarkan uang atau pusing mencari minyak tanah atau gas.

Bahan bakar berbentuk briket itu pertama dikembangkan oleh kelompok aktivis lingkungan hidup Nepal. Foundation for Sustainable Technologie (FoST) melirik potensi yang terkandung dalam sampah yang menumpuk dan mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota lain di Nepal. Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara yang lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap briket batu bara sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif lebih bersih. Tak berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi briket sampah itu terbilang mudah. Cara pembuatan briket Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah kertas, bambu, daun, dan sampah organik lainnya.

4. Ampas Tebu

Ampas tebu merupakan sisa dari tebu dalam proses pembuatan gula, Ternyata dapat juga menjadi sumber bahan bakar potensial. Karena didalam 1 kg ampas tebu terkandung 1825 kalori. Jumlah kalori yang terkandung memang jauh lebih sedikit daripada tempurung kelapa. Tetapi untuk skala kecil rumahan, ampas tebu sebenarnya masuk dalam kategori cukup. Selain itu, penggunaan ampas tebu bertujuan juga untuk memanfaatkan limbah, Karena ampas tebu merupakan sampah yang bisa sangat mengganggu lingkungan.

5. Sekam Padi

Limbah padi berupa sekam banyak tersedia di daerah-daerah lumbung padi. Selain banyak dimanfaatkan untuk media tanam, Sekam padi dapat dijadikan alternatif energi dengan teknologi yang sederhana dapat dijadikan briket bahan bakar. Selain murah bahan bakar briket arang sekam juga mudah dibuat dan memiliki peluang ekonomis cukup baik.

Dan berikut ini adalah cara pembuatan briket

Alat untuk Membuat Briket Arang

  • Drum bekas/ wadah + tutup
  • Pengapian, bisa kompor, furnace atau api terbuka
  • Alat penggiling, bisa penggiling tepung, blender atau penghancur manual
  • Saringan
  • Panci, pengaduk, kompor untuk membuat lem
  • Wadah untuk mencampur adonan + pengaduk
  • Cetakan + alat press
  • Penjepit atau pinset besar

Bahan untuk Membuat Briket Arang

  • Limbah organik
  • Lem
  • Bahan penyala
  • Korek api untuk uji nyala

Cara Membuat Briket Arang

1. Penyiapan Bahan Baku

Bahan baku merupakan sampah atau limbah organik, seperti daun-daun kering, sisa gergaji kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, dan lain sebagainya yang sudah dibersihkan dari bahan-bahan lain yang tidak berguna, seperti batu, plastik, tanah, dsb. Usahakan bahan sudah kering agar mempercepat proses karbonisasi dan hasil karbonisasi lebih homogen.

2. Karbonisasi ( Pengarangan )

Bahan-bahan baku dimasukkan ke dalam drum bekas atau wadah dan tutup rapat untuk mengurangi oksidasi. Wadah ditaruh di atas sumber api, bisa kompor, atau perapian dan dipanaskan kira-kira kurang lebih 5 - 8 jam tergantung jumlah bahan yang di arangkan dan berapa derajat pengarangan yang diharapkan.

3. Penggilingan Arang

Arang yang terbentuk digiling manual atau dengan alat penggiling tepung atau blender sampai berukuran kecil dan honogen.

4. Penyaringan

Arang yang sudah digiling disaring dengan saringan 0,1 atau 0,5 mm atau saringan mesh atau saringan biasa kalau tidak ada. Arang yang tidak lolos saringan bisa digiling kembali.

5. Pencampuran Dengan Bahan Perekat

Ada pun perekat yang paling murah dan mudah untuk dibuat adalah lem dari tepung kanji. Untuk pembuatan lem tepung kanji sendiri adalah dengan mencampurkan tepung kanji dengan air mendidih dan diaduk-aduk sampai benar-benar merata dan tidak menggumpal. Setelah dingin, lem tepung kanji dicampurkan dengan bahan arang dengan perbandingan 600 cc lem tepung kanji untuk 1 kg arang. Campuran tersebut diaduk-aduk hingga merata. Lem tepung kanji tidak boleh terlalu encer atau terlalu pekat karena akan mempengaruhi sifat mekanik briket.

6. Pencetakan Adonan

Adonan antara arang dengan bahan perekat dimasukkan di dalam cetakan dengan ditekan-tekan agar padat dan tidak mudah pecah atau hancur. Cetakan bisa terbuat dari kayu, logam, atau PVC yang mempunyai lubang di atas dan di bawah agar mempermudah pengeluaran briket.

7. Pengeringan Briket

Briket yang sudah dicetak dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2-3 hari atau di dalam oven selama 4-6 jam sampai benar-benar kering. Selama pengeringan, briket dibolak-balik agar pengeringan merata.

8. Pelapisan Dengan Bahan Menyala

Ada beberapa jenis bahan penyala, Diantaranya adalah lilin cair, getah pinus, minyak sawit, dan minyak jarak. Bahan penyala bisa disemprotkan di sekeliling permukaan briket atau briket bisa dicelupkan di dalam bahan penyala. Khusus untuk lilin cair dan getah pinus bisa dicampurkan bersama-sama dengan arang dan lem lalu dicetak.

9. Uji nyala

Uji nyala digunakan untuk mengetahui kemampuan briket arang sebagai bahan bakar. Idealnya 200 gram briket bisa mendidihkan 2 liter air dalam waktu 45 menit. 

Apabila dibandingkan dengan penggunaan gas alam dan juga minyak tanah, briket arang jauh lebih efektif dan pastinya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu briket juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga bisa kita jadikan sebagai usaha yang cukup menguntungkan. Semoga artikel ini bermanfaat agar kita dapat lebih cerdas dalam mengelolah limbah organik untuk bisa kita jadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Tag : briket, pembuatan briket, cara membuat briket, briket arang, briket tempurung kelapa, briket serbuk kayu, briket ampas tebu, limbah organik