Si Kunyit Pembunuh Sel Kanker - Info Serba Ada

Breaking

Jumat, 28 Oktober 2016

Si Kunyit Pembunuh Sel Kanker


Kunyit merupakan salah satu rempah yang sangat banyak terdapat di Indonesia, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai herbal tradisional. Tidak heran karena manfaat tanaman / rempah ini tidak hanya untuk masakkan melainkan juga untuk kesehatan

Rimpang yang berwarna kuning ini juga sangat efektif untuk menurunkan resiko seseorang terkena penyakit kanker karena kandungan curcumin dalam kunyit sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan sel tumor dan sel kanker seperti yang dilansir oleh stylecraze.com, oleh karenanya jika anda khawatir jika suatu saat nanti anda akan terkena penyakit yang mengerikan seperti kanker atau tumor maka anda bisa mencoba mengkonsumsi kunyit secara rutin setiap hari.

Kunyit dikenal memiliki zat antikanker yang ampuh untuk memberantas setiap sel tubuh yang berubah menjadi jahat. Sel tubuh berkembang setiap hari. Pada saat imunitas tubuh melemah, sel kanker sama mudahnya untuk berkembang apalagi ditunjang oleh berbagai faktor pemicunya. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok, kurang gerak, obesitas, hingga konsumsi junk food kerap disebut pemicu kanker.

Manfaat kunyit untuk membunuh kanker ternyata melalui mekanisme yang unik. Zat curcumin yang membentuk warna kuning-oranye pada kunyit membuat sel kanker mengalami apoptosis. Ini adalah istilah yang menunjukkan di antara sel kanker saling membunuh. Ketika fungsi apoptosis dalam tubuh tidak bekerja, curcumin pada kunyit membantu tubuh memrogram kembali fungsi tersebut.

Curcumin mengaktifkan mekanisme “bunuh diri” pada sel kanker melalui produksi enzim caspases. Lewat enzim ini akan dilakukan serangan untuk memotong berbagai protein di banyak tempat pada sel kanker. Jika diibaratkan, hal tersebut seperti suatu daging yang dicacah hingga ribuan kali. Inilah yang kemudian membuat sel kanker mati.

Dalam studi lain di laboratorium sel manusia non-Hodgkin lymphoma yang diterbitkan dalam Farmakologi Biokimia (September 2005), penelitian dari University of Texas menunjukkan kurkumin menghambat aktivasi NF-kappaB, molekul regulasi sinyal gen yang membunuh molekul inflamasi (termasuk TNF, COX-2 dan IL-6) sebagai promotor pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kurkumin ditemukan juga dapat menekan proliferasi sel kanker dan menginduksi sel penangkapan siklus dan apoptosis (sel yang bunuh diri) pada sel kanker paru-paru.

Dan berikut ini adalah beberapa manfaat kunyit bagi kesehatan :

1. Pencegahan Kanker

Kandungan antioksidan kurkumin ini memungkinkan untuk melindungi sel-sel usus besar dari radikal bebas yang dapat merusak DNA. Proses ini sangat bermanfaat khususnya bagi usus besar yang mana pergantian sel cukup pesat, yang terjadi kira-kira setiap tiga hari. Karena replikasi sel ini sering terjadi, mutasi DNA pada sel usus dapat menyebabkan pembentukan sel-sel kanker jauh lebih cepat. Curcumin juga membantu tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker, sehingga mereka tidak dapat menyebar ke seluruh tubuh yang dapat membuat kerusakan yang lebih parah.Cara utama kurkumin melakukannya adalah dengan meningkatkan fungsi hati.

Mekanisme lain yang dilakukan oleh curcumin (zat pembentuk kuning/orange pada kunyit) yang dapat melindungi dari perkembangan kanker adalah dengan menghambat sintesis protein dianggap berperan dalam pembentukan tumor dan mencegah perkembangan suplai darah tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan sel kanker.  Kunyit lebih ampuh dari pada manfaat daun serai dan mungkin sama baiknya dengan manfaat daun sirsak dalam membasmi kanker.

2. Anti Inflamasi (peradangan)

Kandungan minyak volatile dalam kunyit telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dalam berbagai model eksperimental dan penelitian. Bahkan lebih kuat dari minyak atsiri, hal ini dikarenakan pigmen kuning atau oranye dari kunyit yang disebut curcumin. Curcumin dianggap agen farmakologis utama dalam kunyit. Dalam banyak penelitian, efek anti-inflamasi curcumin ini telah terbukti sebanding obat hydrocortisone dan fenilbutazon sebagai zat anti-inflamasi seperti Motrin. Berbeda dengan obat-obatan, yang berhubungan dengan efek toksik yang signifikan (pembentukan ulkus, penurunan jumlah sel darah putih, pendarahan usus), curcumin tidak menghasilkan toksisitas.

3. Rheumatoid Arthritis (peradangan sendi kronis)

Studi klinis telah membuktikan bahwa kurkumin dalam kunyit juga diberikannya efek antioksidan yang sangat kuat. Sebagai antioksidan, kurkumin mampu menetralisir radikal bebas, bahan kimia yang dapat dalam tubuh dan menyebabkan berbagai kerusakan pada sel-sel sehat dan membran sel. Hal ini penting dalam banyak penyakit, salah satunya adalah radang sendi, di mana radikal bebas merupakan penyebab peradangan sendi yang menyakitkan dan kerusakan pada sendi.

Kandungan kunyit yang dapat memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi menjelaskan mengapa banyak orang dengan penyakit sendi terasa sangat lega ketika mengkonsumsi herbal ini. Dalam sebuah penelitian terbaru tentang pasien dengan rheumatoid arthritis (peradangan sendi kronis), kurkumin dibandingkan dengan fenilbutazon akan menghasilkan perbaikan yang sebanding dalam durasi singkat seperti kaku pada pagi hari dan mengurangi pembengkakan sendi.

4. Meningkatkan Antioksidan

Kandungan curcumin merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menetralkan radikal bebas karena struktur kimianya yagn dimilikinya. Selain itu kurkumin juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan di dalam tubuh sendiri. Dengan cara ini, curcumin memberikan perlawanan / membunuh radikal bebas.

5. Meningkatkan Fungsi Hati

Penelitian yang dilakukan dengan objek studi tikus yang dilakukan untuk mengevaluasi efek kunyit pada kemampuan hati untuk mendetoksifikasi xenobiotik (beracun) bahan kimia, kadar dua enzim detoksifikasi hati sangat penting (UDP glucuronyl transferase dan glutathione-S-transferase) secara signifikan meningkat pada tikus yang diberi makan kunyit dibandingkan dengan yang tidak. Para peneliti berkomentar, “Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat meningkatkan sistem detoksifikasi selain sifat anti-oksidan”

6. Mengurangi Resiko Leukimia

Penelitian yang dipresentasikan pada konferensi mengenai leukimia yang diselenggarakan di London, memberikan bukti bahwa mengonsumsi makanan dibumbui dengan kunyit bisa mengurangi risiko terkena leukimia.

Adalah Prof. Moolky Nagabhushan dari Loyola University Medical Centre, Chicago, IL yang hampir 20 tahun melakukan studi ini. Dalam studinya ia mengatakan bahwa curcumin dalam kunyit dapat :

  • Menghambat mutagenisitas hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) (bahan kimia karsinogenik yang diciptakan oleh pembakaran bahan bakar berbasis karbon termasuk asap rokok)
  • Menghambat radiasi kerusakan kromosom
  • Mencegah pembentukan amina heterosiklik berbahaya dan senyawa nitroso, yang terdapat pada makanan olahan tertentu, seperti produk daging olahan yang mengandung nitrosamin.
  • Menghambat perbanyakan sel leukemia dalam kultur sel

7. Perlindungan kardiovaskular (Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah)

Curcumin mungkin dapat mencegah oksidasi kolesterol dalam tubuh. Karena kolesterol teroksidasi dapat merusak pembuluh darah dan menumpuk di plak yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke, mencegah oksidasi kolesterol baru dapat membantu mengurangi perkembangan aterosklerosis dan penyakit jantung.

Kunyit merupakan sumber vitamin B6 yang diperlukan untuk menjaga tingkat homocysteine ​​agar tidak terlalu tinggi. Asupan B6 merupakan salah satu asupan tinggi vitamin B6 dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Indian Journal of Physiology and Farmakologi, ketika 10 relawan yang sehat mengkosumsi 500 mg kurkumin per hari selama 7 hari, tidak hanya melakukan menurunkan tingka oksidasi darah sehingga menurunkan kolesterol sebesar 33%, tetapi total kolesterol mereka turun 11.63%, dan HDL mereka (kolesterol baik) meningkat sebesar 29%! (Soni KB, Kuttan R).

8. Mencegah Alzaimer

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurkumin, konstituen biologis aktif dalam kunyit, dapat mencegah penyakit Alzheimer dengan mengaktifkan gen yang mengkode produksi protein antioksidan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Biokimia Italia (Desember 2003) membahas peran kurkumin dalam induksi dari jalur oxygenase heme, sistem pelindung, bila dipicu dalam jaringan otak, menyebabkan produksi bilirubin antioksidan menjadi lebih kuat, yang melindungi otak melawan oksidatif (radikal bebas) dan cidera.

Oksidasi tersebut diduga menjadi faktor utama dalam penuaan dan menyebabkan gangguan neurodegenerative termasuk demensia seperti penyakit Alzheimer. Penelitian lain yang dilakukan bersama oleh tim Italia dan Amerika Serikat dan dipresentasikan pada konferensi tahunan American Physiological Society tahun 2004 di Washington, DC, menegaskan bahwa kurkumin berperan penting menginduksi gen, yang disebut hemeoxygenase-1 (HO-1) di astrosit dari wilayah hippocampus otak.

9. Mencegah Depresi

Depresi juga berkaitan dengan menurunnya fungsi neurotropik yang diturunkan dari otak dan menyusutnya hippocampus, area otak yang berperan dalam belajar dan memori. karena kandungan kunyit memiliki fungsi untuk membantu proses neurotropik ini membuatnya dapat memberikan efek anti depresi.

Manfaat kunyit untuk kesehatan memang sangat banyak sekali, manfaatkan lah untuk meningkatkan fungsi tubuh dan kesehatan kita. Cara penggunaannya dapat dilakukan dengan berbagai hal seperti dalam bumbu masakan, bubuk, direbus, atau dimakan langsung jika bisa.

Selain memiliki begitu banyak macam manfaat, Akan tetapi tentu saja kunyit memiliki efek samping yang kurang baik jika kita mengkonsumsinya terlalu berlebihan. Dan berikut ini adalah beberapa efek samping dari kunyit

Efek Samping Kunyit pada Tubuh

Pengonsumsian kunyit sebaiknya tidak melebihi 500 mg tiap harinya. Hindari mengonsumsinya dalam jumlah 1.500 mg atau lebih guna meminimalisasi efek samping. Menurut sebuah laporan, kunyit yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat membuat detak jantung menjadi abnormal. Efek samping lain yang ditimbulkan dari pemakaian kunyit secara tidak wajar yaitu:

  • Reaksi alergi.
  • Gangguan pada kantung empedu.
  • Perdarahan.
  • Gangguan hati.
  • Kontraksi uterus.
  • Gangguan perut dan pencernaan.
  • Mengurangi kesuburan pada pria.

Sebaiknya mengkonsumsi kunyit dilakukan secara hati-hati atau dihindari oleh ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, penderita gangguan pendarahan, pria yang ingin memiliki anak, orang yang kekurangan zat besi, dan kalangan yang ingin melakukan operasi.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat !!!!!